debudebu beterbangan... dan kita terlelap dalam mimpimimpi gelap... tetap semangat jalani hari...
"pro art87 : seribu bait puisi tercipta. angan melambung. aku adalah setan malam yang haus akan darah puisi. dimana harus ku cari...?" schatziepunk ekohm art87

arata's posts with tag: mati

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mati
Blog Entryhuwaaaaa....kamerakuuuu....tidaak....!!!May 26, '08 4:38 AM
for everyone
"innalillahi wa inna ilaihi rojiun"

kameraku oh nooo...! kameraku tersayang nikon kini telah tak berfungsi alias "dead". garagara dipinjem temanku berlibur ke jogja. rasa na dunia hampir runtuh...! benerbener sakit...(halaaaah...!) btw bener sakit nih...

pas kopdar kemaren (rabu,210508) nikonku lancarlancar aja, kamis lancar juga, jumat lancar juga...tapi pas ga lancarlancar aja sewaktu dipinjem temanku yang satu itu...rasa na pengen nabok...

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrghh...!!!

permasalahan na adalah itu si lensa ga bisa monyong keluar ketika di idupin. matek kabeh....!!! gimana cara na biar bisa idup lagi yaaak...! padahal itu kamera kek seleb loh... jadwal motret na padat gila....kekekekekeke...! tanggal 1 juni mo dipinjem teman. tanggal 2 juni mo dipinjem teman yang laen...hiks-hiks-hiks...!!!

enak na suruh gantiin apa perbaiki yah...! klo perbaiki jadi na laaaammmmaaaaaaaaa banget selesai na.... tapi klo suruh gantiin enak na dapet mentah....wekewkwekwekwekwek...

temanteman mohon saran na nih...thank...! o iya pak eko walah kalo bisa kasih saran juga gapapa...! nuwun...!

Blog Entrypenemu pakaian selam itu sudah tiadaMay 25, '08 1:10 PM
for everyone
Nah, yang mungkin belum Anda ketahui, pakaian yang biasa disebut wetsuit itu ternyata dirintis sejak tahun 1951, dan perintisnya, Hugh Bradner, baru saja meninggal dunia dalam usia 92 tahun awal bulan ini. Bradner adalah seorang ahli fisika yang meski mendalami masalah nuklir, namun juga punya perhatian besar pada dunia kelautan. Guru besar pada Scripps Institution of Oceanography, San Diego, AS ini memang suka berlayar dan menyelam. Menurut Surfpulse.com, awal tahun 1950-an, Bradner yang biasa bekerja sama dengan Angkatan Laut AS (US Navy) melihat bahwa baju selam yang dipakai di masa itu tidak bisa melindungi pemakainya dari suhu dingin.

Dia lantas mengajak sejumlah ilmuwan lain mencari formula untuk bahan baju selam baru, dan akhirnya tahun 1951 tim itu mendapatkan bahan yang disebut karet busa neoprene untuk pembuat baju selam. Dengan bahan ini, penyelam bisa melakukan kegiatannya hingga ke laut yang lebih dalam tanpa khawatir mengalami hipotermia atau penurunan suhu tubuh secara ekstrem. Uji coba lantas dilakukan oleh tim elit SEAL AL AS bulan April 1952. Akhirnya baju selam ini pun diadopsi sebagai salah satu peranti militer AL AS. Selanjutnya, baju selam pun bukan monopoli militer lagi dan secara luas digunakan kalangan sipil.Uniknya, meski dia berperan cukup besar dalam pembuatan baju selam ini, Bradner justru menolak kalau disebut sebagai penemunya. Dia selalu menyatakan bahwa ini adalah kerja kolektif banyak pihak.

Tak cuma berhenti di baju selam, Bradner juga menghasilkan sejumlah penemuan terkait dunia bawah air seperti meteran pencatat dekompresi, lensa kontak khusus bawah air dan regulator alat pernafasan.

rantaikata : solopos.net



Blog Entrydahsyatnya proses sakaratul mautMay 13, '08 11:21 PM
for everyone
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS al-Jumu’ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bilah min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan) kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Amin !

rantaikata :
*(Sumber Tulisan Oleh : NN, dikumpulkan dari berbagai sumber)
*http://kematianku.multiply.com/journal/item/6/Dahsyatnya_Proses_Sakaratul_Maut

Blog Entryselamat jalan mbak...Apr 6, '08 12:27 PM
for everyone
baru saja saya mendapatkan sms dari kakak keponakan saya. :narto:

innalillahi wa inna ilaihi roji'uun...!
kakak keponakan saya yang laen meninggal dunia :mba tri: :(
(meninggal sekitar jam 9 malam)

ya Allah...mengapa tiada terasa Engkau peringatkan saya...
ajal menjemput dari sanak sodara kita, dan itu kita rasakan betul keadaannya bagaimana ?

semoga segala amal mbak tri sewaktu di dunia diterima oleh Allah SWT.

notes:
besar kemungkinan besok saya minta ijin libur dari kerja... :(

Blog Entryhari-hari terakhir rosulullah Muhammad S.A.WMar 19, '08 2:37 AM
for everyone
Rabu, 19/03/2008

Menjelang dan setelah Pak Harto wafat, ungkapan memohon maaf amat banyak dilontarkan tokoh masyarakat.Tetapi ada pihak yang menolak memberi maaf,yaitu mereka yang menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di era pemerintahan Pak Harto, antara lain korban tahun 1965/ 1966,warga Kedung Ombo, dan aktivis mahasiswa penentang Orde Baru.

Penolakan itu adalah sesuatu yang bisa kita pahami, walaupun agama Islam (dan juga agama lain) memerintahkan kita untuk memberi maaf. Dalam sebuah pidato Mbak Tutut, sebagai wakil keluarga,menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kesalahan dan kekhilafan Pak Harto,tentu termasuk kepada mereka yang pernah merasakan penderitaan akibat kebijakan pemerintahan Pak Harto yang tidak bijaksana. Permintaan maaf itu bersifat menyeluruh dan umum,tanpa merinci apa yang dimohonkan maaf,karena memang tidak memungkinkan.

*** Walaupun tidak ideal,secara psikologis masyarakat, permohonan maaf itu sudah merupakan sesuatu yang positif.Tetapi secara keagamaan,kita tidak mampu dan tidak punya kewenangan menilai. Itu adalah hak Allah SWT sepenuhnya. Karena itu, ada baiknya kita membicarakan keteladanan dan uswah hasanah dari Rasulullah SAW, panutan terbaik umat Islam dalam semua masalah,baik masalah keduniaan maupun keagamaan.

Suatu saat beliau menderita sakit yang amat parah dan meminta Abu Bakar mengimami salat.Yang bersangkutan menyatakan belum mampu menjadi imam.Terpaksa Rasulullah, dengan dipapah, tetap menjadi imam salat. Tampaknya beliau mendapat firasat bahwa tidak lama lagi beliau akan wafat. Karena itu beliau minta dibimbing untuk mencoba duduk di dekat mimbar.

Beliau bersabda: ”Sahabat- sahabatku, selama ini aku telah bermasyarakat bersama kalian dan memimpin kalian.Tentu ada kesalahan yang kulakukan, mungkin menyakiti kalian.Tampaknya sudah dekat waktunya akan berpisah dengan kalian. Karena itu, maafkanlah aku. Kalau ada yang pernah kusakiti,balaslah aku sekarang, sebelum aku menerima pembalasan di akhirat.

” Para sahabat meneteskan air mata karena terharu sambil menundukkan wajah mereka.Karena tidak ada jawaban, beliau mengulanginya.Tidak juga ada jawaban,semua membisu menahan tangis. Beliau mengulanginya lagi. Suasana semakin haru dan mencekam, sehingga tidak ada yang menyadari saat ada seorang sahabat bernama Ukasah mendekati Rasulullah. Ukasah berkata,

”Rasulullah, aku pernah engkau sakiti.” Seorang sahabat berkata sambil berdiri,”Langkahi dulu mayatku,sebelum engkau menyakiti Rasulullah”. Rasulullah meminta para sahabat duduk kembali. Beliau bertanya: ”Kapan aku pernah menyakitimu?” Jawab Ukasah: ”Saat Perang Badar! Untaku mendekati untamu,aku turun untuk menghormatimu. Saat itulah ujung cambukmu mengenai punggungku”.

Lalu Rasulullah meminta Bilal mengambil cambuk yang dimaksud, yang diberikan kepada Ukasah. ”Cambuk ini dulu mengenai kulit punggungku karena saat itu aku tidak memakai baju,” ujar Ukasah.Rasulullah lalu membuka baju beliau dan memunggungi Ukasah sehingga punggung beliau yang putih bersih berada di hadapan Ukasah, membuat tanda kerasulan terlihat jelas. Sambil memperhatikan tanda kerasulan itu, Ukasah melemparkan cambuk yang dipegangnya.

Lalu Ukasah memeluk Rasulullah dan mencium tanda kerasulan itu dengan menangis. ”Sudah lama aku menantikan saat ini, wahai Rasulullah. Aku ingin mencium tanda kerasulanmu. Aku ingin menyatukan kulitku dengan kulitmu”. Rasulullah kemudian berkata, ”Ukasah, apabila Allah mengizinkan, kamu akan masuk surga bersamaku”.

*** Kita perlu mengemukakan juga uswah hasanah lain dari Rasulullah saat beliau menjalani saat-saat terakhir kehidupan di dunia. Rasulullah teringat bahwa beliau masih menyimpan uang. Maka dimintanya Fatimah, putri tercinta, untuk mengambil uang yang jumlahnya tidak seberapa dan memintanya untuk membagikan uang itu kepada orang lain yang memerlukan.

Padahal, beliau adalah pemimpin yang tidak punya apaapa karena memang tidak mau mempunyai harta walaupun banyak yang menawari.Demikian pula putra-putri Rasulullah. Beliau bersabda, betapa malunya beliau kalau harus menghadap Allah SWT dengan membawa uang. Kita tentu tidak akan mampu meneladani semua uswah hasanah dari makhluk termulia itu,tetapi spirit atau semangat dari teladan mulia beliau itu bisa kita ambil.

Betapa mulianya pemimpin agung yang tidak menghendaki harta dan rendah hati itu.Kesederhanaan, keramahan,kelembutan,kerendahan hati, dan kemuliaan akhlak beliau mampu menembus jarak waktu berabadabad dan sampai kepada kita. Membaca ulang kisah-kisah keteladanan beliau, kita masih akan tetap terharu dan meneteskan air mata.Tak heran kalau umat Islam merasa rindu pada beliau. Memohon ampun dari Allah SWT, sebelum terlambat, pasti akan diampuni.

Tetapi,menurut saya,kesalahan kita kepada orang lain, apalagi kesalahan pemimpin kepada rakyatnya, baik berupa kebijakan yang tidak bijak atau kebijakan yang dilandasi kepentingan pribadi atau kelompok/ partai, hanya bisa diampuni oleh Allah SWT apabila yang menderita akibat kebijakan itu memaafkan, Wallahu al’am bisshawab. Semoga kita, terutama para pemimpin, mampu meneladani,walaupun hanya sedikit, begitu banyak uswah hasanah Rasulullah.

Sebagai pribadi atau sebagai pemimpin, Rasulullah adalah tokoh yang mampu menunjukkan satunya kata dengan perbuatan.Tidak hanya pandai menyuruh, tetapi juga bisa melakukan apa yang disuruhkan itu. Sesuatu yang amat langka di Indonesia selama puluhan tahun.(*)

Salahuddin Wahid
Pengasuh Pondok Tebuireng

rantaikata :

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/opini/hari-hari-terakhir-rasul-3.html

http://suhermanfx.multiply.com/journal/item/66/Hari-Hari_Terakhir_Rosulullah_Muhammad_SAW



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help