arata's posts with tag: puisipuisi
meryn aja : Sore datang menjelangart87 : he ehmeryn aja : Malam kelam mengHadangmeryn aja : KuingIn segera terBangmeryn aja : Ke awang awangart87 : melintas benakart87 : ingatan mengenangart87 : seribu langkah telah patah...meryn aja : Langkah yang aku jejakmeryn aja : (opo meneh ya)meryn aja : D iringI awan yang berarakmeryn aja : KuTak ingIn teriakmeryn aja: Namun ku hanya terhenyakmeryn aja : *lanjUtkanart87 : menghempas napasart87 : urungkan niat ituart87 : ketika senja meghalangmeryn aja : Ketika senja datangmeryn aja : KuingIn kau terBangmeryn aja : BerSama burung kuTilangmeryn aja : Menembus cAkrawala senjaart87 : di awangawangby : meryn aja dan art87
meryn aja : KUtERDiam di sini meryn aja : Duduk berSila dan otak tak beRfikir art87 : ku menanti malam art87 : dan pagi meryn aja : Mataku menatap ke langIt2 meryn aja : Berharap segepok uang menimpa kepalaku meryn aja : Betapa kosoNgnya doMPet ini art87 : betapa hampanya perut ini meryn aja : SekosoNg otak ini yg daritadi tak maw beRfikir art87 : sehampa langit yang membentang art87 : ribuan pasir meryn aja : Aq ingIn berteriak, menangIs dan memOhoN meryn aja : Berikan aq uang meryn aja : Aq ingIn jajan meryn aja : Karna aq kelaparan art87 : karna kita manusia meryn aja : Manusia kelaparan
meryn : Gemericik air surga membAsuh amarah.
Bintang tetap akan berSinar walau tertUtUp awan. Bulan akan tetap berSinar walau manusia engGan menatapnya. Harapan akan tetap bisa tercApai jika mau berusaha. Cinta tetap akan diHati jika dua manusia saling menyayangI.
ekohm : pedih perih menyayatt perut maut...menjemput... isilah...isilah ini perut...
meryn : Sakit d iris sembilu...
r1d0aja : ahahahaa....
bukan suara perut tanpa takut sekedar menyuarakan suara semestinya... bahwa dia juga ingin terjaga.. makanlah, dan nikmati dengan sembilu ...
meryn : Bukan lapar yang kurasakan sekarang. Bukan hampa yang menyelimuTi hati ini. Hanya... Suara peruT ini yang mengGanggu konsentrasi saya. Oh... Kenapa aq biarkan para cAcing d peruTku ini meraung2 kelaparan? SeDangkan sang inang seDang ga napsu makan?
r1d0aja : tak perlu buru nafsu biarkan beri apa mau tak perlu merayu harus satu nikmati hidupmu....
bersambung...
meryn : Malam gelap dan sunyi dari hiruk pikuk dunia yang menusuk telinga. Hanya angIn malam nan lembut berhembus di kala rembulan terSenyum mesRa. (apaan niH?)
ekohm : bertemaram lampu taman menggelinjang kerongkongan melihat depan...aku terhenyak malam telah sampai kawan mari bermain sejenak...
meryn : Segelas kopi berdiri mematung d atas meja. Setoples makanan sederhana tertata rapi d dalam stoples usang. Mata2 lapar dan tangan usil mulai menyambar mereka yang diam d atas meja. Mulut2 rakus dan perut karet siap melumat, menelan dan menampung mereka. (ga nyambung)
r1d0aja : diantara sunyi berteman sepi, bukan tiada manusia dalam tanya... hanya saja fikir dan mau tak mengajakku menemuimu... ah, biarkan kata yang terucap oleh makna dan membuatnya bahagia.. semoga malam terbangun oleh tawa kita...
[sebel, tiap gw ngetik comment nambah mulu... huh...]
meryn : Suatu harapan yang takKan pernah dapat kuraiH lewat tanganku. Jika malam berganti pagi, kuingin meliHat senyumannya. Senyumannya adalah sebuah pelangi yang mewarnai hari2 sunyiku. Sunyi yang membuat hatiku yang membeku menjadi luluh bagaikan embun yang jatuh dari daun. (bikin puisi lagi lho)
ekohm : ah bayangan itu mengusik hati ingat suatu waktu aku tidak tahu aku lupa itu dedengingan suara gemericik air kontinyu terdengar mengheninglah...
r1d0aja : bukan karna hilang dan beranjak melupakan hanya jalan masih dingin berselimut embun... biarkan! jangan lagi terusik oleh gemericik yang mengalun.. nikmati saja bintang malam ini...
bersambung...
 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Anugerah Sastra Pena Kencana |
Seratus sajak dalam buku ini menunjukkan hasil dari kegiatan para penyair Indonesia yang dimuat di koran selama 2007. Untuk tahun ini surat kabar terpilih meliputi Kompas, Suara Pembaruan, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Merdeka, Jawa Pos, Lampung Pos, Bali Pos, Pontianak Pos, Fajar, dan Pikiran Rakyat. Surat kabar ini dianggap mewakili pemuatan karya sastra dari seluruh Indonesia. Tema dan makna kebanyakan puisi berkisar seputar kelahiran, cinta, keputusasaan, harapan, kerinduan, kesepian, kematian -deretan tema sepanjang zaman. Para penyair yang terpilih berasal dari berbagai komunitas dan sebagian besar adalah nama-nama baru. Para Penyair Muttaqin, Aan Mansyur, Acep Zamzam Noor, Afrizal Malna, Ahda Imron, Alois A. Nugroho, Ari Pahala Hutabarat, Arif B. Prasetyo, Dahta Gautama, Dina Oktaviani, Eka Pranita Dewi, ES Wibowo, Faisal Kamandobat, Fina Sato, Frans Najira, Goenawan Mohamad, Gunawan Maryanto, Gus tf., Hasan Aspahani, Heru Mugiarso, Inggit Putria Marga, Iswadi Pratama, Iyut Fitra, Jimmy Maruli Alfian, Joko Pinurbo, Kurnia Effendi, Laela Awalia, Leo Kleden, Lupita Lukman, M. Fadjroel Rachman, Made Adnyana Ole, Mardi Luhung, Marhalim Zaini, Mashuri, Merisa Martiningsih, Micky Hidayat, Mochtar Pabottinggi, Muhammad Subarkah, Ni Luh Putu Mahaputri, Nirwan Dewanto, NKM Ira Puspitaningsih, NKM Saraswati Laksmi, Ook Nugroho, Oyos Suroso, Reina Caelisia, Sapardi Djoko Damono, Saras Dewi, Sindu Putra, Sitok Srengenge, Sunlie Thomas Alexander, Triyanto Triwikromo, Wendoko, Zaim Rafiqi, Zen Hae http://mafiabond.multiply.com/reviews/item/8
di pintu taman aku menantimu melambai kangen ke arahmu namun kau seakan tidak melihatku ada apa denganmu ?
pintu hatiku telah terbuka kini ku rasa dia berbeda ingin ku miliki dia
di pintu langit aku menjerit tercabik sakit perih melilit-lilit menanti senja tiba sejenak mengurai udara -ku hirup
karanganyar,120608
rantaikata : http://schatziepunk-art87.blogspot.com/2008/06/di-pintu-langit.html
sekarang menuju air... membasahi diri biar seger suasana... hati... raga... kulit basah... rambut basah... semakin nyaman pagi ini kali ini untuk apa dengingdenging itu ? percaya pada siapa lagi ? amanah resah dipegang amarah dicengkram erat melilit otak dan akal
sekarang ku tuju air dingin sejuk seger apa yang kita percaya ? (koil)
karanganyar,120608
rantaikata : http://schatziepunk-art87.blogspot.com/2008/06/ku-tuju-air.html
Wiji Tukul, dalam kumpulan kumpulan sajak-sajak, "Aku ingin jadi Peluru", Penerbit Indonesia Tera, Cetakan I, Juni 2000.Nanyian Abang Becakjika harga minyak mundhak simboksemakin ajegberkelahi sama bapakharga minyak mundhak lombok-lombokakan mundhaksandang pangan akan mundhakmaka terpaksa tukang-tukang lebonlintah darat bank plecit tukang kreditharus dilayanisiapa tidak marah bila kebutuhan hidup semakinmendesak, seribu lima ratus uang belanjatertinggi dari bapak untuk simbok, siapa bisamencukupi sedangkan kebutuhan hidup semakinmendesakmaka simbok pun mencak-mencak:”pak-pak anak kita kebacut metu papat lho!bayaran sekolahnya amak-anak nunggak lho!si Penceng muntah ngising, perutku malah sudahisi lagi dan suk Selasa Pon ana sumbangan manehsi Sebloh dadi manten!”jika bbm kembali melonjaknamun juga masih disebut langkah-langkahkebijaksanaanmaka aku tidak akan lagi memohon pembangunannasibkepadamu duh Pangeran duh Gustisebab nasib adalah permainan kekuasaanlampu butuh menyala, menyala butuh minyakperut butuh kenyang, kenyang butuh diisinamun bapak cuma abang becak!maka apabila becak pusaka keluarga pulangtanpa membawa uangsimbok akan kembali mengajak berkelahi bapakSolo, 1984rantaikata :http://bungbesar.multiply.com/journal/item/5http://ferryzanzad.multiply.com/journal/item/177 Attachment: beberapa sajaknya yg laen.txt

maunya sih pengen koleksi buku² puisi yang banyak...tapi sampai sekarang baru segini doank yang bisa saya koleksi...semoga bulan depan saya bisa beli bukunya sutardjie calzoum bachri atau chairil anwar lagi...
dari kiri-kanan : 1. chairil anwar (aku ini binatang jalang) 2. taufik ismail (malu [aku] jadi orang indonesia) 3. piek ardijanto suprijadi (lagu bening dari rawa pening) 4. piek ardijanto suprijadi (lelaki di pinggang bukit)5. subagyo sastro wardoyo (simfoni dua) 6. dorothea rosa herliany (kepompong sunyi) 7. mochtar pabottinggi (dalam rimba bayangbayang) 8. m. junus melalatoa (luka sebuah negeri). sebuah puisi etnografi 9. dino umahuk (metafora birahi laut) 10. landung simatupang (saduran - cinta ditengah kengerian perang :suratsurat penghabisan dari stalingrad)
 PUISI BUNGAMATAHARI Apa itu BungaMatahari? BungaMatahari alias BuMa sebenarnya awalnya dari mailing list untuk pecinta puisi (khususnya bahasa Indonesia) dan akhirnya berkembang menjadi komunitas, yaitu tempat untuk pembacaan puisi yang fun. Sejarah berdirinya? Terbentuk di tahun 2000, awalnya Gratiagusti Chananya Rompas (Anya) sang founder sudah suka nulis puisi tapi dalam bahasa Inggris, lalu ketemu dengan Danar Pramesti yang suka menulis puisi dalam bahasa Indonesia dan akhirnya tergerak untuk menulis puisi dalam bahasa Indonesia juga. Kebetulan waktu itu gue baru kenal dengan dunia internet, lalu gue tergerak untuk membuat mailing list di mana gue bisa ketemu dengan lebih banyak orang yang memiliki kegemaran seperti gue, dan juga belajar dari mereka. Siapa aja orang yang ada di dalamnya? Setelah Anya dan Danar yang mengawal komunitas ini, komunitas ini juga 'dirawat' oleh sejumlah Tukang Kebun (istilah untuk para moderatornya) yaitu Nurman Priatna, Pugar Restu Julian, Aloysius Widyosuwasto, Lovelli Ariesti, Yoshi Febriyanto, Festi Noverini, dan Waraney Herald Rawung. Di luar itu, saat ini anggota mailing list BungaMatahari yang terdaftar adalah sekitar 1.600 orang. Tapi di sini semuanya sangat kekeluargaan dan tidak kaku, jadi setiap anggota bisa mencetuskan untuk membuat acara tertentu yang membawa nama komunitas ini. Apa aja aktivitas komunitas ini? Ada beberapa, yang paling sering kita buat adalah KebunKata yaitu acara pembacaan puisi di mana semua orang bisa datang dan baca puisi tanpa harus jadi anggota. Di sini isinya nggak hanya pembacaan puisi yang biasa-biasa aja karena bentuknya bisa macam-macam, intinya adalah berbagai bentuk penampilan puisi. Definisi seni bagi kalian? Mencari sesuatu keindahan dari suatu hal dan ditampilkan dalam suatu bentuk sehingga bisa dinikmati, dan nggak ada batasan bakunya. Arti puisi bagi kalian? Apa yang membuat kalian tertarik pada dunia ini? Kita sebagai penikmati puisi merasa puisi itu selalu berkembang, lama-kelamaan batasan-batasannya juga semakin kabur. Puisi itu apa adanya banget, alamiah, dan banyak penuh imajinasi. Intinya komunitas BuMa lebih suka melakukan daripada mendefinisikan apa yang kita lakukan. Apakah ada perbedaan dunia ini di masa lampau dengan era modern? Dulu waktu sekolah mungkin kita cuma belajar puisi-puisi Melayu dengan pola ini itu dan sebagainya. Yang paling terasa perbedaannya sih adalah tema dan media penyampaiannya. Dan lewat komunitas ini kita menemukan kalau puisi itu nggak ribet, dan kita juga ingin membebaskan puisi. Bagaimana cara kalian menuangkan cita rasa seni ke dalam komunitas ini? Anything goes. Sesuai dengan slogan kita”semua bisa berpuisi”, ini adalah tempatnya. Yang pasti harus dimulai dengan pemikiran yang luas dan nggak menutup diri. Pokoknya apa yang ada di kepala kita ya dikeluarkan aja. Prestasi terbesar dari komunitas ini? Prestasi kita adalah menjaga atmosfir BuMa seperti awal. Dari dulu di sini semua bisa dan boleh berpuisi. Seandainya kalian tidak mengenal dunia puisi, bidang seni apa yang mungkin sedang kalian geluti? Ya membuat puisi jadi ada dong! Kenapa orang harus bergabung dengan tim/komunitas ini? Karena puisi itu nggak sesulit atau membosankan seperti yang orang-orang kira. Dengan gabung di sini, lo pasti akan bersenang-senang. Bagaimana cara untuk bergabung dengan komunitas? Caranya gampang banget, tinggal kirim blank e-mail ke bungamatahari-owner@yahoogroups.com.This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it Nanti akan langsung diterima sebagai anggota, dan setelah itu bisa langsung posting puisi dan dapat berita tentang kegiatan-kegiatan kita. rantaikata : http://freemagz.com/main-article/the-art-dream-teams
Monday, March 3rd, 2008 di atas panggung sosokmu tegap, menjulang bak bukit karang menentang gelombang bersiap sepenuhnya, laksana ksatria pandawa menuju kancah kurusetra ”jangan biarkan perempuan itu sendiri” suaramu menggeletar aku membayangkan lengking sumpah Bima menggugat pengkhianatan Kurawa juga pelecehan Dursasana terhadap Dewi Dropadi menghalau khusyuk samadi para dewa di Jonggring Saloka (mataku melirik sampul buku puisi Dino Umahuk; lautbegitu tenang, purnama benderang membentuk lingkaran cermin besar sebuah kapal bersandar kepayahan, letih menapaki jutaan mil jarak, gelombang dan ribuan badai menampar Letih, sulur-sulur waktu memburai di tiang layar kurasa kau sedang tak menginginkan gemuruh, gelombang pernah menelan ratusan ribu saudara mu, saudara kita kau hanya ingin sejenak tenang, bersandar, mandi cahaya bulan) ”pelayaranmu yang selalu meninggikan aroma garam” ”terlanjur menyala sebagai birahi, oh laut” Jemari lincah bak penari bali, menggores kanvas Sebuah sayatan gelombang warna biru Garis-garis panjang meliuk-liuk, meledak dalam getar luka birahi Tanganmu terus menyapu, menyayat menorehkan warna, merah hijau, biru, kuning berteriak lantang, menyapu seantero ruang ”…puisimu angkuh memandang nasib tak peduli badai atau gelombang bermain api” ”…jangan biarkan perempuan itu sendiri menyeka nasib dari matanya yang semakin berduri” di titik akhir ekspresi saat kau tegak dengan separo kaki menghujam bumi tanganmu tegas menembak udara malam dengan satu jari matamu setajam samurai menembus dinding waktu, setegas Aikido bersumpah “ Masa katsu Agatsu, Katsu Hayabi” “ Kemenangan sejati adalah kemenangan atas diri sendiri; ————— dipetik dari pembacaan puisi “jangan biarkan perempuan itu sendiri” malam peluncuran buku puisi dino umahuk di wapres-bulungan zai lawanglangit bekasi, 1 maret 2008 pemilik: zaylawanglangit.blogspot.com Monday, March 3rd, 2008 Pada sekuntum mawar yang mekar dan air sungai yang mengalir disitu ku lihatterukir wajah mu dan tertuli kisah cinta kita berdua. Sebuah nostalgia yang lalu tidak mudah untuk ku lupakan dan masih ku simpan erat-erat didalam sebuah lukisan digital kita Kini aku merindu waktu itu waktu yang tak mungkin terulang bersama mencumbu waktu luang Karena kau terlalu kusayang Bidadari hati ku kemarin, kini dan nanti ku beri seutuh cinta dihati dan tak akan pernah terbagi, karena kau bidadari hati ~:: Love u Bidadari::~ Depok 29 February 2008 Erwin Arianto – Best Regard Erwin Arianto,SE Tuesday, December 4th, 2007 tentangmu selalu ada yang menarik salah satunya membosankanmu yang mengagumkan itu juga kebiasaanmu menyerapah satu kata dalam huruf BESAR biasanya terngiang-ngiang di pelupuk telingaku seperti baru pulang dari Johny Depp zone dan mulai bicara dengan bantal sendiri tentangku hanya ketakutan tak berkesudahan salah satunya kesukaanku menggeser waktu hingga tertinggal di senja ungu dan berdesakan dengan malam biasanya segalanya kembali seperti semula tatkala dini hari seperti belajar lagi menghitung diri kepala, pundak, lutut, kaki lalu tersenyum penuh misteri ketika penggemar kita semakin tergila-gila – life, what is it but a dream? -LC- author: malaikat kecil [nibbana@…] Tuesday, December 4th, 2007 kekasihku tawamu mengisi telingaku senyummu terbayang dimata hati berdegub merindu yang pertama dituju berbagi suka dan duka sekian lama kita berbagi hidup cinta tidak juga meredup bersatu melintas badai namun bagiku belumlah memadai saat kau tawarkan sebuah ikatan wajah terukis senyuman dan hatiku beranjak menjauh aku mencintaimu, kasih tapi tak ingin aku mengikat sauh mungkin kau pasangan jiwaku maaf atas bulir air yang mengalir jangan buang lingkaran besi itu entah mungkin kapan aku berubah pikir bila kau ingin pergi…pergilah cintaku tidak akan berubah dan berkurang =16 November 2007= author: nenni soepardjono [nennii@…] Tuesday, December 4th, 2007 cinta ternyata seperti sarden kalengan ada expired datenya.. sebaiknya dimakan selagi masanya klo sudah lewat waktunya dipaksakan, bisa2 keracunan.. sebaiknya cari lagi sarden lainnya.. bila ada yang bertahan lama, awet itu mungkin kasih sayang,atau cintanya Tuhan, pastinya cinta juga seperti pepohonan bisa tumbuh dimana saja, selama msh menjejak ke tanah.. bisa tumbuh seadanya, ada yg perlu perawatan khusus, ada yg mudah mati,ada yang kuat ratusan tahun, semua pohon menghadap matahari..hampir semuanya berbunga indah, bercabang, mengakar, melindungi, tahan cuaca, bisa jadi tempat untuk hidup mahluk lainnya.. semua daun pasti layu, tp tumbuh berganti..di pohon yang sama. semoga cinta kita seperti pohon, walau kadang seperti sarden kalengan.. author: dean_smirnoff [kakaratak@…] rantaikata : http://www.puisi.org/tags/milis/milis-bunga-matahari
Tuesday, March 4th, 2008 Hujan lebat turun di hulu subuh disertai angin gemuruh yang menerbangkan mimpi yang lalu tersangkut di ranting pohon Aku terjaga dan termangu menatap rak buku-buku mendengar hujan menghajar dinding rumah kayuku. Tiba-tiba pikiran mengganti mimpi dan lalu terbayanglah wajahmu, wahai perempupan yang tergusur! Tanpa pilihan ibumu mati ketika kamu bayi dan kamu tak pernah tahu siapa ayahmu. Kamu diasuh nenekmu yang miskin di desa. Umur enam belas kamu dibawa ke kota oleh sopir taxi yang mengawinimu. Karena suka berjudi ia menambah penghasilan sebagai germo. Ia paksa kamu jadi primadona pelacurnya. Bila kamu ragu dan murung, lalu kurang setoran kamu berikan, ia memukul kamu babak belur. Tapi kemudian ia mati ditembak tentara ketika ikut demontrasi politik sebagai demonstran bayaran. Sebagai janda yang pelacur kamu tinggal di gubuk tepi kali dibatas kota Gubernur dan para anggota DPRD menggolongkanmu sebagai tikus got yang mengganggu peradaban. Di dalam hukum positif tempatmu tidak ada. Jadi kamu digusur. Didalam hujuan lebat pagi ini apakah kamu lagi berjalan tanpa tujuan sambhil memeluk kantong plastik yang berisi sisa hartamu? Ataukah berteduh di bawah jembatan? Impian dan usaha bagai tata rias yang luntur oleh hujan mengotori wajahmu. kamu tidak merdeka. Kamu adalah korban tenung keadaan. Keadilan terletak diseberang highway yang bebahaya yang tak mungkin kamu seberangi. Aku tak tahu cara seketika untuk membelamu. Tetapi aku memihak kepadamu. Dengan sajak ini bolehkan aku menyusut keringat dingin di jidatmu? O,cendawan peradaban! O, teka-teki keadilan! Waktu berjalan satu arah saja. Tetapi ia bukan garis lurus. Ia penuh kelokan yang mengejutkan, gunung dan jurang yang mengecilkan hati, Setiap kali kamu lewati kelokan yang berbahaya puncak penderitaan yang menyakitkan hati, atau tiba di dasar jurang yang berlimbah lelah, selalu kamu dapati kedudukan yang tak berubah, ialah kedudukan kaum terhina. Tapi aku kagum pada daya tahanmu, pada caramu menikmati setiap kesempatan, pada kemampuanmu berdamai dengan dunia, pada kemampuanmu berdamai dengan diri sendiri, dan caramu merawat selimut dengan hati-hati. Ternyata di gurun pasir kehidupan yang penuh bencana semak yang berduri bisa juga berbunga. Menyaksikan kamu tertawa karena melihat ada kelucuan di dalam ironi, diam-diam aku memuja kamu di hati ini. Cipayung Jaya 3 Desember 2003 WS Rendra Tuesday, March 4th, 2008 Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan Amarah merajalela tanpa alamat Kelakuan muncul dari sampah kehidupan Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah O, zaman edan! O, malam kelam pikiran insan! Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan Kitab undang-undang tergeletak di selokan Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan O, tatawarna fatamorgana kekuasaan! O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja! Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa Allah selalu mengingatkan bahwa hukum harus lebih tinggi dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan! O, rasa putus asa yang terbentur sangkur! Berhentilah mencari Ratu Adil! Ratu Adil itu tidak ada. Ratu Adil itu tipu daya! Apa yang harus kita tegakkan bersama adalah Hukum Adil Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara Bau anyir darah yang kini memenuhi udara menjadi saksi yang akan berkata: Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya Wahai, penguasa dunia yang fana! Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta! Apakah masih buta dan tuli di dalam hati? Apakah masih akan menipu diri sendiri? Apabila saran akal sehat kamu remehkan berarti pintu untuk pikiran-pikiran kalap yang akan muncul dari sudut-sudut gelap telah kamu bukakan! Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi Airmata mengalir dari sajakku ini. ====== Sajak ini dibuat di Jakarta pada tanggal 17 Mei 1998 dan dibacakan Rendra di DPR pada tanggal 18 Mei 1998 Tuesday, March 4th, 2008 Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh Nya? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan. Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika: “aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku, Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah… “Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja” WS Rendra Monday, July 3rd, 2006 menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan - pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis - papantulis para pendidik yang terlepas dari persoalan kehidupan delapan juta kanak - kanak menghadapi satu jalan panjang tanpa pilihan tanpa pepohonan tanpa dangau persinggahan tanpa ada bayangan ujungnya …………………….. menghisap udara yang disemprot deodorant aku melihat sarjana - sarjana menganggur berpeluh di jalan raya aku melihat wanita bunting antri uang pensiunan dan di langit para teknokrat berkata : bahwa bangsa kita adalah malas bahwa bangsa mesti dibangun mesti di up-grade disesuaikan dengan teknologi yang diimpor gunung - gunung menjulang langit pesta warna di dalam senjakala dan aku melihat protes - protes yang terpendam terhimpit di bawah tilam aku bertanya tetapi pertanyaanku membentur jidat penyair - penyair salon yang bersajak tentang anggur dan rembulan sementara ketidak adilan terjadi disampingnya dan delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan termangu - mangu di kaki dewi kesenian bunga - bunga bangsa tahun depan berkunang - kunang pandang matanya di bawah iklan berlampu neon berjuta - juta harapan ibu dan bapak menjadi gemalau suara yang kacau menjadi karang di bawah muka samodra …………………………… kita mesti berhenti membeli rumus - rumus asing diktat - diktat hanya boleh memberi metode tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan kita mesti keluar ke jalan raya keluar ke desa - desa mencatat sendiri semua gejala dan menghayati persoalan yang nyata inilah sajakku pamplet masa darurat apakah artinya kesenian bila terpisah dari derita lingkungan apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan RENDRA ( itb bandung - 19 agustus 1978 ) * ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya. * ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet Monday, July 3rd, 2006 kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata air penipuan adalah pengkhianatan kehormatan seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu melihat bagaimana tangannya sendiri meletakkan kehormatannya di tanah karena kelaparan kelaparan adalah iblis kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran o Allah ! kelaparan adalah tangan-tangan hitam yang memasukkan segenggam tawas ke dalam perut para miskin o Allah ! kami berlutut mata kami adalah mata Mu ini juga mulut Mu ini juga hati Mu dan ini juga perut Mu perut Mu lapar, ya Allah perut Mu menggenggam tawas dan pecahan-pecahan gelas kaca o Allah ! betapa indahnya sepiring nasi panas semangkuk sop dan segelas kopi hitam o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu o Allah ! kelaparan adalah burung gagak jutaan burung gagak bagai awan yang hitam menghalang pandangku ke sorga Mu rantaikata : http://www.puisi.org/tags/antologi/w-s-rendra
Tuesday, March 4th, 2008 Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu Bersama beberapa ribu kawanmu Marah, serak berteriak dan mengepalkan tinju Bersama-sama membuka sejarah halaman satu Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru Seraya mencat spanduk dengan teks yang seru Terpicu oleh kawan-kawan yang ditembus peluru Dikejar masuk kampus, terguling di tanah berdebu Dihajar dusta dan fakta dalam berita selalu Sampai kini sejak kau lahir dahulu Inilah pengakuan generasi kami, katamu Hasil penataan dan penataran yang kaku Pandangan berbeda tak pernah diaku Daun-daun hijau dan langit biru, katamu Daun-daun kuning dan langit kuning, kata orang-orang itu Kekayaan alam untuk bangsaku, katamu Kekayaan alam untuk nafsuku, kata orang-orang itu Karena tak mau nasib rakyat selalu jadi mata dadu Yang diguncang-guncang genggaman orang-orang itu Dan nomor yang keluar telah ditentukan lebih dulu Maka kami bergeraklah kini, katamu Berjalan kaki, berdiri di atap bis yang melaju Kemeja basah keringat, ujian semester lupakan dulu Memasang ikat kepala, mengibar-ngibarkan benderamu Tanpa ada pimpinan di puncak struktur yang satu Tanpa dukungan jelas dari yang memegang bedil itu Sudahlah, ayo kita bergerak saja dulu Kita percayakan nasib pada Yang Satu Itu. 1998 + Taufik Ismail + Tuesday, March 4th, 2008 Langit akhlak telah roboh di atas negeri Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri Karena hukum tak tegak, semua jadi begini Negeriku sesak adegan tipu-menipu Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur aku Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku Kapal laut bertenggelaman, kapal udara berjatuhan Gempa bumi, banjir, tanah longsor dan orang kelaparan Kemarau panjang, kebakaran hutan berbulan-bulan Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan Beribu pencari nafkah dengan kapal dipulangkan Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan Berjuta belalang menyerang lahan pertanian Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan Lalu berceceran darah, berkepulan asap dan berkobaran api Empat syuhada melesat ke langit dari bumi Trisakti Gemuruh langkah, simaklah, di seluruh negeri Beribu bangunan roboh, dijarah dalam huru-hara ini Dengar jeritan beratus orang berlarian dikunyah api Mereka hangus-arang, siapa dapat mengenal lagi Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri Kukenangkan tahun ?47 lama aku jalan di Ambarawa dan Salatiga Balik kujalani Clash I di Jawa, Clash II di Bukittinggi Kuingat-ingat pemboman Sekutu dan Belanda seantero negeri Seluruh korban empat tahun revolusi Dengan Mei ?98 jauh beda, jauh kalah ngeri Aku termangu mengenang ini Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri Ada burung merpati sore melayang Adakah desingnya kau dengar sekarang Ke daun telingaku, jari Tuhan memberi jentikan Ke ulu hatiku, ngilu tertikam cobaan Di aorta jantungku, musibah bersimbah darah Di cabang tangkai paru-paruku, kutuk mencekik nafasku Tapi apakah sah sudah, ini murkaMu? Ada burung merpati sore melayang Adakah desingnya kau dengar sekarang 1998 + Taufik Ismail + rantaikata : http://www.puisi.org/tags/antologi/taufik-ismail
Thursday, February 28th, 2008 kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta. Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan suatu awal kehidupan baru, kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba. karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka. Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia. Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata ” aku turut berbahagia untukmu ” Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi. kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu. Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan. kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup yang telah kau buat. Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku lupa ….” menunggu selamanya ketika kamu berkata ” tunggu sebentar ” tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku sendiri ” mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ” mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu memaafkan. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu bertahan. Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya. kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari Friday, June 2nd, 2006 Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia. Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah. Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa. Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista. Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya. Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya. Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian. Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian. Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud. Penuh cinta dan kedamaian. :+: Khalil Gibran :+: Friday, June 2nd, 2006 Kelmarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta. Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mengeluh dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.” Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri. Dengan suara bagai menyanyi dia berkata, “Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang.’ Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri dan sambil mendesah, dia berkata, ‘Cinta adalah racun pembunuh, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit sampai ia jatuh tertutup embun, ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya.’ Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri dan dengan tersenyum dia berkata, “Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat,? membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari dan senandung pujian? di depan matahari di siang hari.’ Setelah itu seorang lelaki menghampiri. Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut, dia berkata, “Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. la bermula dari hujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda.’ Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia berkata, ‘Cinta adalah pengetahuan syurgawi yang menyalakan mata kita. Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita seperti para dewa melihatnya.’ Seorang bermata buta menghampiri, sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah dan dia kemudian berkata sambil menangis, ‘Cinta adalah kabus tebal yang menyelubungi gambaran sesuatu darinya atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang bergema di lembah-lembah.’ Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan menyanyi, ‘Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang diangkat dari kesedaran dan kesedaran.’ Seorang lelaki dengan badan bongkok dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain menghampiri. Dengan suara bergetar, dia berkata, “Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam, kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian.? Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri dan sambil tertawa dia berkata, “Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta.” Waktu terus berjalan. Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat. Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta. Semua menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya. :+: Khalil Gibran :+: Friday, June 2nd, 2006 Mereka berkata tentang serigala dan tikus Minum di sungai yang sama Di mana singa melepas dahaga Mereka berkata tentang helang dan? hering Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama Dan berdamai - di antara satu sama lain, Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu Oh Cinta, yang tangan lembutnya mengekang keinginanku Meluapkan rasa lapar dan dahaga akan maruah dan kebanggaan, Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku Memakan roti dan meminum anggur Menggoda diriku yang lemah ini Biarkan rasa lapar menggigitku, Biarkan rasa haus membakarku, Biarkan aku mati dan binasa, Sebelum kuangkat tanganku Untuk cangkir yang tidak kau isi, Dan mangkuk yang tidak kau berkati (Dari ‘The Forerunner)) :+: Kahlil Gibran :+: Friday, June 2nd, 2006 Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta. Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang? ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata: Pabila? cinta menggamitmu, ikutlah ia Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam Pabila ia mengepakkan sayapnya, Engkau serahkanlah dirimu kepadanya Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu. Pabila ia berkata-kata Engkau percayalah kepadanya walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman kerana sekalipun cinta memahkotakan kamu Ia juga akan mengorbankan kamu walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu ia juga mematahkan ranting-rantingmu walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar dalam remang cahaya matahari ia juga turun ke akar-akarmu dan menggoncangkannya dari perut bumi Seperti seberkas jagung ia akan mengumpulmu untuk dirinya membantingkanmu sehingga engkau bogel mengayakkanmu sehingga terpisah kamu dari kulitmu mengisarkanmu sehingga engkau menjadi putih bersih mengulimu agar kamu mudah dibentuk dan selepas itu membakarmu di atas bara api agar kamu menjadi sebuku roti yang diberkati untuk hidangan kenduri Tuhanmu yang suci Semua ini akan cinta lakukan kepadamu supaya engkau memahami rahsia hatinya dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan tetapi seandainya di dalam ketakutanmu engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta maka lebih baiklah engkau membalut dirimu yang bogel itu dan beredarlah dari laman cinta yang penuh gelora ke dunia gersang yang tidak bermusim di sana engkau akan ketawa tetapi bukan tawamu dan engkau akan menangis tetapi bukan dengan air matamu Cinta tidak memberikan apa-apa melainkan dirinya dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya cinta tidak mengawal sesiapa dan cinta tidak boleh dikawal sesiapa kerana cinta lengkap dengan sendirinya Dan pabila engkau bercinta engkau tidak seharusnya berkata “kejadian adalah hatiku,” sebaliknya berkatalah: “aku adalah kejadian” Dan janganlah engkau berfikir engkau boleh menentukan arus cinta kerana seandainya cinta memberkatimu ia akan menentukan arah perjalananmu Cinta tiada nafsu melainkan dirinya tetapi seandainya kamu bercinta dan ada nafsu pada cintamu itu maka biarlah yang berikut ini menjadi nafsumu; menjadi air batu yang cair membentuk anak-anak sungai yang menyanyikan melodi cinta pada malam yang gelap gelita untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan untuk merasa luka kerana engkau kini mengenali cinta dan rela serta gembira melihat darah dari lukanya untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta untuk beristirehat ketika matahari remang untuk mengingati kemanisan cinta yang tidak terperi untuk kembali ke rumahmu ketika air mati dengan rasa kesyukuran di dalam hati dan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu yang bersemadi di dalam hatimu dengan lagu kesyukuran pada bibirmu (Dari ‘Sang Nabi’) :+: Khalil Gibran :+: rantaikata : http://www.puisi.org/tags/antologi/khalil-gibran
kang_antobaex: lelah menampar angin
schatziepunk art87: pucat menahan amarah schatziepunk art87: penuh peluh menahan kentut...
kang_antobaex: memborbardir dengan kata-kata
schatziepunk art87: melukai dengan belati schatziepunk art87: tapi lebih menyayat bila mulut manusia terbuka
kang_antobaex: mendefence diri dengan dalih
schatziepunk art87: men-hack suasana dengan katakata
kang_antobaex: bertarung dengan jiwa lepas
schatziepunk art87: menerjang badai schatziepunk art87: terbang bebas ke angkasa schatziepunk art87: mengucap salam pada kematian
kang_antobaex: lepas baju berenang dalam awan
schatziepunk art87: aku tumbuh seperti cahaya liar
kang_antobaex: berpendar semesta menolak
schatziepunk art87: melewati hidup yang hanya bergelut kesendirian keindahan ini hanya berupa hampa saat diri terlalu dini lalu ku beranjak dewasa
kang_antobaex: jangan lawan yang tak terhitung
schatziepunk art87: kasih sayang yang menyempurnakan semua rasa semu
kang_antobaex: http://akucintasekolah.com/diskusi/detail.asp?cat=1&id=9913&jns=blog
schatziepunk art87: mendeskripsikan angin dengan katakata atau belati berkarat
kang_antobaex: kenali sebelum lawanmu menusuk
schatziepunk art87: menusuk sebelum kenali lawanmu schatziepunk art87: menjungkirkan fakta dan rasa
kang_antobaex: aku bukan pengecut, tak mungkin aku menikungmu
schatziepunk art87: menunggu imaji yang tak kunjung tiba tibatiba hati ini membeku katakata masih banyak yang tersingkir
kang_antobaex: raup semua yang berserakan kang_antobaex: rakit kembali mimpi dan angan
schatziepunk art87: mengucap doa dalam keresahan
kang_antobaex: untuk apa berdoa kalo tak bertindak
schatziepunk art87: banyak kata yang belum terungkapkan...
kang_antobaex: bukankah tangan untuk digerakkan
schatziepunk art87: perlu katakata perulangan saja biar bebas lepas semuanya
kang_antobaex: sedang hati untuk merenung
schatziepunk art87: kata tak sanggup terucap
kang_antobaex: dan akalmu untuk berhitung
schatziepunk art87: mengapa ada perselisihan dan berujung kebencian yang dalam
kang_antobaex: nikmat dunia yang telah kau telan
schatziepunk art87: mari kita langkahkan kaki menuju perbaikan...
kang_antobaex: coba kumpulkan jarimu
schatziepunk art87: jangan sampai jiwa keropos termakan kedengkian...
kang_antobaex: hitung berapa kali kamu bersyukur..?
schatziepunk art87: -masih banyak tugas
schatziepunk art87: berlindung pada malam
kang_antobaex: catat disini, berapa dosa dikakimu
schatziepunk art87: seberapa pula itu bintang di langit schatziepunk art87: dan pasir di pantai schatziepunk art87: bertumpuktumpuk schatziepunk art87: hingga daundaun kering jatuh schatziepunk art87: berserakan sama halnya hati dan jiwa ini schatziepunk art87: menyeret dalam lingkaran setan schatziepunk art87: tanpa sadar schatziepunk art87: schatziepunk art87: ini bukan permainan sekedar
.....bla bla bla....
*kang antho vs art87 is me*
Bencana.. apakah itu.. Bencana.. siapakah itu.. Bencana.. dimanakah itu.. Bencana.. kapankah itu..
siapa yang menggambarkan Bencana ? yang mengundang Bencana ?
Kenapa si kecil tertimpa Bencana ?
Bencana.. andai kau dengar suaraku..
datanglah ke KOTA.. kau lebih pantas disana.
biarkan si kecil hidup damai di pegunungan.
hampirilah si besar yang mendongak angkuh di kota.
gedung itu lebih pantas untukmu daripada gunung ini.
andai kau dengar jeritan mereka..
(indonesia,220208) :::> karya temen [krissna]. disuruh posting di blog saya. ya udah akhir na saya posting di mp saya saja dah ni karya na...! semoga dia senang...! semoga tidak jadi gilaaaaa...!! kekekekekeke...!
| |