debudebu beterbangan... dan kita terlelap dalam mimpimimpi gelap... tetap semangat jalani hari...
"pro art87 : seribu bait puisi tercipta. angan melambung. aku adalah setan malam yang haus akan darah puisi. dimana harus ku cari...?" schatziepunk ekohm art87

arata's posts with tag: puisipuisi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisipuisi
Blog Entrypuisi kala senjaJun 23, '08 7:19 AM
for everyone
meryn aja : Sore datang menjelang
art87 : he eh
meryn aja : Malam kelam mengHadang
meryn aja : KuingIn segera terBang
meryn aja : Ke awang awang
art87 : melintas benak
art87 : ingatan mengenang
art87 : seribu langkah telah patah...
meryn aja : Langkah yang aku jejak
meryn aja : (opo meneh ya)
meryn aja : D iringI awan yang berarak
meryn aja : KuTak ingIn teriak
meryn aja: Namun ku hanya terhenyak
meryn aja : *lanjUtkan
art87 : menghempas napas
art87 : urungkan niat itu
art87 : ketika senja meghalang
meryn aja : Ketika senja datang
meryn aja : KuingIn kau terBang
meryn aja : BerSama burung kuTilang
meryn aja : Menembus cAkrawala senja
art87 : di awangawang

by : meryn aja dan art87

Blog Entrypuisi kelaparan...Jun 22, '08 10:36 AM
for everyone
meryn aja    : KUtERDiam di sini
meryn aja    : Duduk berSila dan otak tak beRfikir
art87             : ku menanti malam
art87             : dan pagi
meryn aja    : Mataku menatap ke langIt2
meryn aja    : Berharap segepok uang menimpa kepalaku
meryn aja    : Betapa kosoNgnya doMPet ini
art87             : betapa hampanya perut ini
meryn aja    : SekosoNg otak ini yg daritadi tak maw beRfikir
art87             : sehampa langit yang membentang
art87             : ribuan pasir
meryn aja    : Aq ingIn berteriak, menangIs dan memOhoN
meryn aja    : Berikan aq uang
meryn aja    : Aq ingIn jajan
meryn aja    : Karna aq kelaparan
art87             : karna kita manusia
meryn aja    : Manusia kelaparan

Blog Entrypuisipuisi "the kalongers" part 2Jun 14, '08 9:05 AM
for everyone
meryn :
Gemericik air surga membAsuh amarah.

Bintang tetap akan berSinar walau tertUtUp awan.
Bulan akan tetap berSinar walau manusia engGan menatapnya.
Harapan akan tetap bisa tercApai jika mau berusaha.
Cinta tetap akan diHati jika dua manusia saling menyayangI.

ekohm :
pedih perih menyayatt perut
maut...menjemput...
isilah...isilah ini perut...

meryn :
Sakit d iris sembilu...

r1d0aja :
ahahahaa....

bukan suara perut tanpa takut
sekedar menyuarakan suara semestinya...
bahwa dia juga ingin terjaga..
makanlah, dan nikmati dengan sembilu ...

meryn :
Bukan lapar yang kurasakan sekarang.
Bukan hampa yang menyelimuTi hati ini.
Hanya... Suara peruT ini yang mengGanggu konsentrasi saya.
Oh... Kenapa aq biarkan para cAcing d peruTku ini meraung2 kelaparan?
SeDangkan sang inang seDang ga napsu makan?

r1d0aja :
tak perlu buru nafsu
biarkan beri apa mau
tak perlu merayu harus satu
nikmati hidupmu....

bersambung...

Blog Entrypuisipuisi "the kalongers" part 1Jun 14, '08 7:55 AM
for everyone
meryn :
Malam gelap dan sunyi dari hiruk pikuk dunia yang menusuk telinga.
Hanya angIn malam nan lembut berhembus di kala rembulan terSenyum mesRa.
(apaan niH?)

ekohm :
bertemaram lampu taman
menggelinjang kerongkongan
melihat depan...aku terhenyak
malam telah sampai kawan
mari bermain sejenak...

meryn :
Segelas kopi berdiri mematung d atas meja.
Setoples makanan sederhana tertata rapi d dalam stoples usang.
Mata2 lapar dan tangan usil mulai menyambar mereka yang diam d atas meja.
Mulut2 rakus dan perut karet siap melumat, menelan dan menampung mereka.
(ga nyambung)

r1d0aja :
diantara sunyi berteman sepi,
bukan tiada manusia dalam tanya...
hanya saja fikir dan mau tak mengajakku menemuimu...
ah, biarkan kata yang terucap oleh makna dan membuatnya bahagia..
semoga malam terbangun oleh tawa kita...

[sebel, tiap gw ngetik comment nambah mulu... huh...]

meryn :
Suatu harapan yang takKan pernah dapat kuraiH lewat tanganku.
Jika malam berganti pagi, kuingin meliHat senyumannya.
Senyumannya adalah sebuah pelangi yang mewarnai hari2 sunyiku.
Sunyi yang membuat hatiku yang membeku menjadi luluh bagaikan embun yang jatuh dari daun.
(bikin puisi lagi lho)

ekohm :
ah bayangan itu mengusik hati
ingat suatu waktu
aku tidak tahu
aku lupa itu
dedengingan suara gemericik air
kontinyu terdengar mengheninglah...

r1d0aja :
bukan karna hilang dan beranjak melupakan
hanya jalan masih dingin berselimut embun...
biarkan!
jangan lagi terusik oleh gemericik yang mengalun..
nikmati saja bintang malam ini...

bersambung...

ReviewReviewReviewReview100 Puisi Indonesia Terbaik 2008Jun 12, '08 10:54 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Anugerah Sastra Pena Kencana
Seratus sajak dalam buku ini menunjukkan hasil dari kegiatan para penyair Indonesia yang dimuat di koran selama 2007. Untuk tahun ini surat kabar terpilih meliputi Kompas, Suara Pembaruan, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Suara Merdeka, Jawa Pos, Lampung Pos, Bali Pos, Pontianak Pos, Fajar, dan Pikiran Rakyat. Surat kabar ini dianggap mewakili pemuatan karya sastra dari seluruh Indonesia.

Tema dan makna kebanyakan puisi berkisar seputar kelahiran, cinta, keputusasaan, harapan, kerinduan, kesepian, kematian -deretan tema sepanjang zaman. Para penyair yang terpilih berasal dari berbagai komunitas dan sebagian besar adalah nama-nama baru.

Para Penyair
Muttaqin, Aan Mansyur, Acep Zamzam Noor, Afrizal Malna, Ahda Imron, Alois A. Nugroho, Ari Pahala Hutabarat, Arif B. Prasetyo, Dahta Gautama, Dina Oktaviani, Eka Pranita Dewi, ES Wibowo, Faisal Kamandobat, Fina Sato, Frans Najira, Goenawan Mohamad, Gunawan Maryanto, Gus tf., Hasan Aspahani, Heru Mugiarso, Inggit Putria Marga, Iswadi Pratama, Iyut Fitra, Jimmy Maruli Alfian, Joko Pinurbo, Kurnia Effendi, Laela Awalia, Leo Kleden, Lupita Lukman, M. Fadjroel Rachman, Made Adnyana Ole, Mardi Luhung, Marhalim Zaini, Mashuri, Merisa Martiningsih, Micky Hidayat, Mochtar Pabottinggi, Muhammad Subarkah, Ni Luh Putu Mahaputri, Nirwan Dewanto, NKM Ira Puspitaningsih, NKM Saraswati Laksmi, Ook Nugroho, Oyos Suroso, Reina Caelisia, Sapardi Djoko Damono, Saras Dewi, Sindu Putra, Sitok Srengenge, Sunlie Thomas Alexander, Triyanto Triwikromo, Wendoko, Zaim Rafiqi, Zen Hae

http://mafiabond.multiply.com/reviews/item/8


Blog Entrydi pintu langitJun 12, '08 5:07 AM
for everyone
di pintu taman
aku menantimu
melambai kangen ke arahmu
namun kau seakan tidak melihatku
ada apa denganmu ?

pintu hatiku telah terbuka
kini ku rasa dia berbeda
ingin ku miliki dia

di pintu langit
aku menjerit
tercabik sakit
perih melilit-lilit
menanti senja tiba
sejenak mengurai udara
-ku hirup

karanganyar,120608

rantaikata :
http://schatziepunk-art87.blogspot.com/2008/06/di-pintu-langit.html


Blog Entryku tuju airJun 12, '08 4:57 AM
for everyone
sekarang menuju air... membasahi diri
biar seger suasana... hati... raga...
kulit basah... rambut basah...
semakin nyaman pagi ini kali ini
untuk apa dengingdenging itu ?
percaya pada siapa lagi ?
amanah resah dipegang
amarah dicengkram erat
melilit otak dan akal

sekarang ku tuju air
dingin sejuk seger
apa yang kita percaya ?
(koil)

karanganyar,120608

rantaikata : http://schatziepunk-art87.blogspot.com/2008/06/ku-tuju-air.html

Blog Entrywiji thukul : aku ingin jadi peluru...Jun 10, '08 12:51 PM
for everyone
Wiji Tukul, dalam kumpulan kumpulan sajak-sajak, "Aku ingin jadi Peluru", Penerbit Indonesia Tera, Cetakan I, Juni 2000.

Nanyian Abang Becak

jika harga minyak mundhak simbok
semakin ajeg
berkelahi sama bapak
harga minyak mundhak lombok-lombok
akan mundhak
sandang pangan akan mundhak
maka terpaksa tukang-tukang lebon
lintah darat bank plecit tukang kredit
harus dilayani

siapa tidak marah bila kebutuhan hidup semakin
mendesak, seribu lima ratus uang belanja
tertinggi dari bapak untuk simbok, siapa bisa
mencukupi sedangkan kebutuhan hidup semakin
mendesak

maka simbok pun mencak-mencak:
”pak-pak anak kita kebacut metu papat lho!
bayaran sekolahnya amak-anak nunggak lho!
si Penceng muntah ngising, perutku malah sudah
isi lagi dan suk Selasa Pon ana sumbangan maneh
si Sebloh dadi manten!”

jika bbm kembali melonjak
namun juga masih disebut langkah-langkah
kebijaksanaan
maka aku tidak akan lagi memohon pembangunan
nasib

kepadamu duh Pangeran duh Gusti
sebab nasib adalah permainan kekuasaan
lampu butuh menyala, menyala butuh minyak
perut butuh kenyang, kenyang butuh diisi
namun bapak cuma abang becak!
maka apabila becak pusaka keluarga pulang
tanpa membawa uang
simbok akan kembali mengajak berkelahi bapak
Solo, 1984

rantaikata :
http://bungbesar.multiply.com/journal/item/5
http://ferryzanzad.multiply.com/journal/item/177
Attachment: beberapa sajaknya yg laen.txt

Blog Entrykoleksi buku² puisi saya...May 19, '08 10:14 AM
for everyone














maunya sih pengen koleksi buku² puisi yang banyak...tapi sampai sekarang baru segini doank yang bisa saya koleksi...semoga bulan depan saya bisa beli bukunya sutardjie calzoum bachri atau chairil anwar lagi...

dari kiri-kanan :
1. chairil anwar (aku ini binatang jalang)
2. taufik ismail (malu [aku] jadi orang indonesia)
3. piek ardijanto suprijadi (lagu bening dari rawa pening)
4.
piek ardijanto suprijadi (lelaki di pinggang bukit)
5. subagyo sastro wardoyo (simfoni dua)
6. dorothea rosa herliany (kepompong sunyi)
7. mochtar pabottinggi (dalam rimba bayangbayang)
8. m. junus melalatoa (luka sebuah negeri). sebuah puisi etnografi
9. dino umahuk (metafora birahi laut)
10. landung simatupang (saduran - cinta ditengah kengerian perang :suratsurat penghabisan dari stalingrad)

LinkWarung PuisiMay 13, '08 8:50 AM
for everyone

ReviewReviewReviewReviewkomunitas bungamatahari (buma)May 3, '08 8:07 PM
for everyone
Category:Other
PUISI
BUNGAMATAHARI

Apa itu BungaMatahari?
BungaMatahari alias BuMa sebenarnya awalnya dari mailing list untuk pecinta puisi (khususnya bahasa Indonesia) dan akhirnya berkembang menjadi komunitas, yaitu tempat untuk pembacaan puisi yang fun.

Sejarah berdirinya?
Terbentuk di tahun 2000, awalnya Gratiagusti Chananya Rompas (Anya) sang founder sudah suka nulis puisi tapi dalam bahasa Inggris, lalu ketemu dengan Danar Pramesti yang suka menulis puisi dalam bahasa Indonesia dan akhirnya tergerak untuk menulis puisi dalam bahasa Indonesia juga. Kebetulan waktu itu gue baru kenal dengan dunia internet, lalu gue tergerak untuk membuat mailing list di mana gue bisa ketemu dengan lebih banyak orang yang memiliki kegemaran seperti gue, dan juga belajar dari mereka.

Siapa aja orang yang ada di dalamnya?
Setelah Anya dan Danar yang mengawal komunitas ini, komunitas ini juga 'dirawat' oleh sejumlah Tukang Kebun (istilah untuk para moderatornya) yaitu Nurman Priatna, Pugar Restu Julian, Aloysius Widyosuwasto, Lovelli Ariesti, Yoshi Febriyanto, Festi Noverini, dan Waraney Herald Rawung. Di luar itu, saat ini anggota mailing list BungaMatahari yang terdaftar adalah sekitar 1.600 orang. Tapi di sini semuanya sangat kekeluargaan dan tidak kaku, jadi setiap anggota bisa mencetuskan untuk membuat acara tertentu yang membawa nama komunitas ini.

Apa aja aktivitas komunitas ini?
Ada beberapa, yang paling sering kita buat adalah KebunKata yaitu acara pembacaan puisi di mana semua orang bisa datang dan baca puisi tanpa harus jadi anggota. Di sini isinya nggak hanya pembacaan puisi yang biasa-biasa aja karena bentuknya bisa macam-macam, intinya adalah berbagai bentuk penampilan puisi.

Definisi seni bagi kalian?
Mencari sesuatu keindahan dari suatu hal dan ditampilkan dalam suatu bentuk sehingga bisa dinikmati, dan nggak ada batasan bakunya.

Arti puisi bagi kalian?
Apa yang membuat kalian tertarik pada dunia ini? Kita sebagai penikmati puisi merasa puisi itu selalu berkembang, lama-kelamaan batasan-batasannya juga semakin kabur. Puisi itu apa adanya banget, alamiah, dan banyak penuh imajinasi. Intinya komunitas BuMa lebih suka melakukan daripada mendefinisikan apa yang kita lakukan.

Apakah ada perbedaan dunia ini di masa lampau dengan era modern?
Dulu waktu sekolah mungkin kita cuma belajar puisi-puisi Melayu dengan pola ini itu dan sebagainya. Yang paling terasa perbedaannya sih adalah tema dan media penyampaiannya. Dan lewat komunitas ini kita menemukan kalau puisi itu nggak ribet, dan kita juga ingin membebaskan puisi.

Bagaimana cara kalian menuangkan cita rasa seni ke dalam komunitas ini?
Anything goes. Sesuai dengan slogan kita”semua bisa berpuisi”, ini adalah tempatnya. Yang pasti harus dimulai dengan pemikiran yang luas dan nggak menutup diri. Pokoknya apa yang ada di kepala kita ya dikeluarkan aja.

Prestasi terbesar dari komunitas ini?
Prestasi kita adalah menjaga atmosfir BuMa seperti awal. Dari dulu di sini semua bisa dan boleh berpuisi.

Seandainya kalian tidak mengenal dunia puisi, bidang seni apa yang mungkin sedang kalian geluti?
Ya membuat puisi jadi ada dong!
Kenapa orang harus bergabung dengan tim/komunitas ini? Karena puisi itu nggak sesulit atau membosankan seperti yang orang-orang kira. Dengan gabung di sini, lo pasti akan bersenang-senang.

Bagaimana cara untuk bergabung dengan komunitas?
Caranya gampang banget, tinggal kirim blank e-mail ke bungamatahari-owner@yahoogroups.com.This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it Nanti akan langsung diterima sebagai anggota, dan setelah itu bisa langsung posting puisi dan dapat berita tentang kegiatan-kegiatan kita.

rantaikata : http://freemagz.com/main-article/the-art-dream-teams



Blog Entrysajaksajak bumaMar 14, '08 7:15 PM
for everyone

Yonathan, hanya sedikit tafsir atas kesaksianmu malam itu

di atas panggung sosokmu tegap,
menjulang bak bukit karang menentang gelombang
bersiap sepenuhnya, laksana ksatria pandawa menuju kancah kurusetra

”jangan biarkan perempuan itu sendiri” suaramu menggeletar
aku membayangkan lengking sumpah Bima
menggugat pengkhianatan Kurawa
juga pelecehan Dursasana terhadap Dewi Dropadi
menghalau khusyuk samadi para dewa di Jonggring Saloka

(mataku melirik sampul buku puisi Dino Umahuk;
lautbegitu tenang, purnama benderang membentuk lingkaran cermin besar
sebuah kapal bersandar kepayahan,
letih menapaki jutaan mil jarak, gelombang dan ribuan badai menampar
Letih, sulur-sulur waktu memburai di tiang layar

kurasa kau sedang tak menginginkan gemuruh,
gelombang pernah menelan ratusan ribu saudara mu, saudara kita
kau hanya ingin sejenak tenang, bersandar, mandi cahaya bulan)

”pelayaranmu yang selalu meninggikan aroma garam”
”terlanjur menyala sebagai birahi, oh laut”

Jemari lincah bak penari bali, menggores kanvas
Sebuah sayatan gelombang warna biru
Garis-garis panjang meliuk-liuk, meledak dalam getar luka birahi
Tanganmu terus menyapu, menyayat menorehkan warna, merah hijau, biru, kuning
berteriak lantang, menyapu seantero ruang

”…puisimu angkuh memandang nasib
tak peduli badai atau gelombang bermain api”

”…jangan biarkan perempuan itu sendiri
menyeka nasib dari matanya yang semakin berduri”

di titik akhir ekspresi
saat kau tegak dengan separo kaki menghujam bumi
tanganmu tegas menembak udara malam dengan satu jari
matamu setajam samurai menembus dinding waktu, setegas Aikido bersumpah
“ Masa katsu Agatsu, Katsu Hayabi”
“ Kemenangan sejati adalah kemenangan atas diri sendiri;

—————
dipetik dari pembacaan puisi “jangan biarkan perempuan itu sendiri”
malam peluncuran buku puisi dino umahuk
di wapres-bulungan

zai lawanglangit
bekasi, 1 maret 2008
pemilik: zaylawanglangit.blogspot.com

karena kau bidadari hati

Pada sekuntum mawar yang mekar
dan air sungai yang mengalir
disitu ku lihatterukir wajah mu
dan tertuli kisah cinta kita berdua.

Sebuah nostalgia yang lalu
tidak mudah untuk ku lupakan
dan masih ku simpan erat-erat
didalam sebuah lukisan digital kita

Kini aku merindu waktu itu
waktu yang tak mungkin terulang
bersama mencumbu waktu luang
Karena kau terlalu kusayang

Bidadari hati ku
kemarin, kini dan nanti
ku beri seutuh cinta dihati
dan tak akan pernah terbagi,
karena kau bidadari hati
~:: Love u Bidadari::~
Depok 29 February 2008

Erwin Arianto


Best Regard
Erwin Arianto,SE

ambang tatap

tentangmu selalu ada yang menarik
salah satunya membosankanmu yang mengagumkan itu
juga kebiasaanmu menyerapah satu kata dalam huruf BESAR
biasanya terngiang-ngiang di pelupuk telingaku

seperti baru pulang dari Johny Depp zone
dan mulai bicara dengan bantal sendiri

tentangku hanya ketakutan tak berkesudahan
salah satunya kesukaanku menggeser waktu
hingga tertinggal di senja ungu dan berdesakan dengan malam
biasanya segalanya kembali seperti semula tatkala dini hari

seperti belajar lagi menghitung diri
kepala, pundak, lutut, kaki

lalu tersenyum penuh misteri ketika penggemar kita
semakin tergila-gila


life, what is it but a dream?
-LC-

author: malaikat kecil [nibbana@…]

surat bagi kekasih

kekasihku
tawamu mengisi telingaku
senyummu terbayang dimata
hati berdegub merindu
yang pertama dituju
berbagi suka dan duka

sekian lama kita berbagi hidup
cinta tidak juga meredup
bersatu melintas badai
namun bagiku belumlah memadai

saat kau tawarkan sebuah ikatan
wajah terukis senyuman
dan hatiku beranjak menjauh
aku mencintaimu, kasih
tapi tak ingin aku mengikat sauh

mungkin kau pasangan jiwaku
maaf atas bulir air yang mengalir
jangan buang lingkaran besi itu
entah mungkin kapan aku berubah pikir

bila kau ingin pergi…pergilah
cintaku tidak akan berubah dan berkurang

=16 November 2007=

author: nenni soepardjono [nennii@…]

cinta.. cinta

cinta ternyata seperti sarden kalengan
ada expired datenya..
sebaiknya dimakan selagi masanya
klo sudah lewat waktunya
dipaksakan, bisa2 keracunan..
sebaiknya cari lagi sarden lainnya..
bila ada yang bertahan lama, awet
itu mungkin kasih sayang,atau cintanya Tuhan, pastinya

cinta juga seperti pepohonan
bisa tumbuh dimana saja, selama msh menjejak ke tanah..
bisa tumbuh seadanya, ada yg perlu perawatan khusus, ada yg mudah
mati,ada yang kuat ratusan tahun,
semua pohon menghadap matahari..hampir semuanya berbunga indah,
bercabang, mengakar, melindungi, tahan cuaca, bisa jadi tempat untuk
hidup mahluk lainnya..
semua daun pasti layu, tp tumbuh berganti..di pohon yang sama.
semoga cinta kita seperti pohon, walau kadang seperti sarden kalengan..

author: dean_smirnoff [kakaratak@…]

rantaikata : http://www.puisi.org/tags/milis/milis-bunga-matahari

Blog Entrysajaksajak ws. rendraMar 14, '08 7:11 PM
for everyone

Perempuan yang Tergusur

Hujan lebat turun di hulu subuh
disertai angin gemuruh
yang menerbangkan mimpi
yang lalu tersangkut di ranting pohon

Aku terjaga dan termangu
menatap rak buku-buku
mendengar hujan menghajar dinding
rumah kayuku.
Tiba-tiba pikiran mengganti mimpi
dan lalu terbayanglah wajahmu,
wahai perempupan yang tergusur!

Tanpa pilihan
ibumu mati ketika kamu bayi
dan kamu tak pernah tahu siapa ayahmu.
Kamu diasuh nenekmu yang miskin di desa.
Umur enam belas kamu dibawa ke kota
oleh sopir taxi yang mengawinimu.
Karena suka berjudi
ia menambah penghasilan sebagai germo.

Ia paksa kamu jadi primadona pelacurnya.
Bila kamu ragu dan murung,
lalu kurang setoran kamu berikan,
ia memukul kamu babak belur.
Tapi kemudian ia mati ditembak tentara
ketika ikut demontrasi politik
sebagai demonstran bayaran.

Sebagai janda yang pelacur
kamu tinggal di gubuk tepi kali
dibatas kota
Gubernur dan para anggota DPRD
menggolongkanmu sebagai tikus got
yang mengganggu peradaban.
Di dalam hukum positif tempatmu tidak ada.
Jadi kamu digusur.

Didalam hujuan lebat pagi ini
apakah kamu lagi berjalan tanpa tujuan
sambhil memeluk kantong plastik
yang berisi sisa hartamu?
Ataukah berteduh di bawah jembatan?

Impian dan usaha
bagai tata rias yang luntur oleh hujan
mengotori wajahmu.
kamu tidak merdeka.
Kamu adalah korban tenung keadaan.
Keadilan terletak diseberang highway yang bebahaya
yang tak mungkin kamu seberangi.

Aku tak tahu cara seketika untuk membelamu.
Tetapi aku memihak kepadamu.
Dengan sajak ini bolehkan aku menyusut keringat dingin
di jidatmu?

O,cendawan peradaban!
O, teka-teki keadilan!

Waktu berjalan satu arah saja.
Tetapi ia bukan garis lurus.
Ia penuh kelokan yang mengejutkan,
gunung dan jurang yang mengecilkan hati,
Setiap kali kamu lewati kelokan yang berbahaya
puncak penderitaan yang menyakitkan hati,
atau tiba di dasar jurang yang berlimbah lelah,
selalu kamu dapati kedudukan yang tak berubah,
ialah kedudukan kaum terhina.

Tapi aku kagum pada daya tahanmu,
pada caramu menikmati setiap kesempatan,
pada kemampuanmu berdamai dengan dunia,
pada kemampuanmu berdamai dengan diri sendiri,
dan caramu merawat selimut dengan hati-hati.

Ternyata di gurun pasir kehidupan yang penuh bencana
semak yang berduri bisa juga berbunga.
Menyaksikan kamu tertawa
karena melihat ada kelucuan di dalam ironi,
diam-diam aku memuja kamu di hati ini.

Cipayung Jaya
3 Desember 2003
WS Rendra

Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia

Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan
Amarah merajalela tanpa alamat
Kelakuan muncul dari sampah kehidupan
Pikiran kusut membentur simpul-simpul sejarah

O, zaman edan!
O, malam kelam pikiran insan!
Koyak moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan
Kitab undang-undang tergeletak di selokan
Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan

O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!
O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!
Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa
Allah selalu mengingatkan
bahwa hukum harus lebih tinggi
dari ketinggian para politisi, raja-raja, dan tentara

O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan!
O, rasa putus asa yang terbentur sangkur!
Berhentilah mencari Ratu Adil!
Ratu Adil itu tidak ada. Ratu Adil itu tipu daya!
Apa yang harus kita tegakkan bersama
adalah Hukum Adil
Hukum Adil adalah bintang pedoman di dalam prahara

Bau anyir darah yang kini memenuhi udara
menjadi saksi yang akan berkata:
Apabila pemerintah sudah menjarah Daulat Rakyat
apabila cukong-cukong sudah menjarah ekonomi bangsa
apabila aparat keamanan sudah menjarah keamanan
maka rakyat yang tertekan akan mencontoh penguasa
lalu menjadi penjarah di pasar dan jalan raya

Wahai, penguasa dunia yang fana!
Wahai, jiwa yang tertenung sihir tahta!
Apakah masih buta dan tuli di dalam hati?
Apakah masih akan menipu diri sendiri?
Apabila saran akal sehat kamu remehkan
berarti pintu untuk pikiran-pikiran kalap
yang akan muncul dari sudut-sudut gelap
telah kamu bukakan!

Cadar kabut duka cita menutup wajah Ibu Pertiwi
Airmata mengalir dari sajakku ini.

======
Sajak ini dibuat di Jakarta pada tanggal 17 Mei 1998 dan
dibacakan Rendra di DPR pada tanggal 18 Mei 1998

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh
Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

WS Rendra

Sajak Sebatang Lisong

menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukung mengangkang
berak di atas kepala mereka

matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak - kanak
tanpa pendidikan

aku bertanya
tetapi pertanyaan - pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis - papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan

delapan juta kanak - kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..

menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana - sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan

dan di langit
para teknokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

gunung - gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes - protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam

aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair - penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan
termangu - mangu di kaki dewi kesenian

bunga - bunga bangsa tahun depan
berkunang - kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta - juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
……………………………

kita mesti berhenti membeli rumus - rumus asing
diktat - diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa - desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata

inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan

RENDRA
( itb bandung - 19 agustus 1978 )

* ) Sajak ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan dibacakan di dalam salah satu adegan film “Yang Muda Yang Bercinta” yang disutradarai oleh Sumandjaya.

* ) Diambil dari sumber-sumber terbuka di Internet

Sajak Orang Lapar

kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam

o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin

o Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca

o Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam

o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu
o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu

rantaikata : http://www.puisi.org/tags/antologi/w-s-rendra

Blog Entrylagi sajaksajak taufik ismailMar 14, '08 7:10 PM
for everyone

Ketika Sebagai Kakek di Tahun 2040, Kau Menjawab Pertanyaan Cucumu

Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu
Bersama beberapa ribu kawanmu
Marah, serak berteriak dan mengepalkan tinju
Bersama-sama membuka sejarah halaman satu
Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru
Seraya mencat spanduk dengan teks yang seru
Terpicu oleh kawan-kawan yang ditembus peluru
Dikejar masuk kampus, terguling di tanah berdebu
Dihajar dusta dan fakta dalam berita selalu
Sampai kini sejak kau lahir dahulu
Inilah pengakuan generasi kami, katamu
Hasil penataan dan penataran yang kaku
Pandangan berbeda tak pernah diaku
Daun-daun hijau dan langit biru, katamu
Daun-daun kuning dan langit kuning, kata orang-orang itu
Kekayaan alam untuk bangsaku, katamu
Kekayaan alam untuk nafsuku, kata orang-orang itu
Karena tak mau nasib rakyat selalu jadi mata dadu
Yang diguncang-guncang genggaman orang-orang itu
Dan nomor yang keluar telah ditentukan lebih dulu
Maka kami bergeraklah kini, katamu
Berjalan kaki, berdiri di atap bis yang melaju
Kemeja basah keringat, ujian semester lupakan dulu
Memasang ikat kepala, mengibar-ngibarkan benderamu
Tanpa ada pimpinan di puncak struktur yang satu
Tanpa dukungan jelas dari yang memegang bedil itu
Sudahlah, ayo kita bergerak saja dulu
Kita percayakan nasib pada Yang Satu Itu.

1998

+ Taufik Ismail +

Ketika Burung Merpati Sore Melayang

Langit akhlak telah roboh di atas negeri
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri
Karena hukum tak tegak, semua jadi begini
Negeriku sesak adegan tipu-menipu
Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur aku
Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku
Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku
Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku
Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku

Kapal laut bertenggelaman, kapal udara berjatuhan
Gempa bumi, banjir, tanah longsor dan orang kelaparan
Kemarau panjang, kebakaran hutan berbulan-bulan
Jutaan hektar jadi jerebu abu-abu berkepulan
Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan

Beribu pencari nafkah dengan kapal dipulangkan
Penyakit kelamin meruyak tak tersembuhkan
Penyakit nyamuk membunuh bagai ejekan
Berjuta belalang menyerang lahan pertanian
Bumiku demam berat, menggigilkan air lautan

Lalu berceceran darah, berkepulan asap dan berkobaran api
Empat syuhada melesat ke langit dari bumi Trisakti
Gemuruh langkah, simaklah, di seluruh negeri
Beribu bangunan roboh, dijarah dalam huru-hara ini
Dengar jeritan beratus orang berlarian dikunyah api
Mereka hangus-arang, siapa dapat mengenal lagi
Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri

Kukenangkan tahun ?47 lama aku jalan di Ambarawa dan Salatiga
Balik kujalani Clash I di Jawa, Clash II di Bukittinggi
Kuingat-ingat pemboman Sekutu dan Belanda seantero negeri
Seluruh korban empat tahun revolusi
Dengan Mei ?98 jauh beda, jauh kalah ngeri
Aku termangu mengenang ini
Bumiku sakit berat, dengarlah angin menangis sendiri

Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang
Ke daun telingaku, jari Tuhan memberi jentikan
Ke ulu hatiku, ngilu tertikam cobaan
Di aorta jantungku, musibah bersimbah darah
Di cabang tangkai paru-paruku, kutuk mencekik nafasku
Tapi apakah sah sudah, ini murkaMu?

Ada burung merpati sore melayang
Adakah desingnya kau dengar sekarang

1998

+ Taufik Ismail  +

rantaikata : http://www.puisi.org/tags/antologi/taufik-ismail

Blog Entrysajaksajak khalil gibranMar 14, '08 7:07 PM
for everyone

Cinta : sebuah karya dari khalil gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

IBU

Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dilaka lara, impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibinya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.

:+: Khalil Gibran :+:

CINTA (III)

Kelmarin aku berdiri berdekatan pintu gerbang sebuah rumah ibadat dan bertanya kepada manusia yang lalu-lalang di situ tentang misteri dan kesucian cinta.
Seorang lelaki setengah baya menghampiri, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mengeluh dia berkata, “Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama.”

Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar menghampiri. Dengan suara bagai menyanyi dia berkata, “Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang rnenghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang.’

Seorang wanita dengan wajah melankolis menghampiri dan sambil mendesah, dia berkata, ‘Cinta adalah racun pembunuh, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembusi langit sampai ia jatuh tertutup embun, ia hanya akan diminum oleh roh-roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya.’

Seorang gadis dengan pipi kemerahan menghampiri dan dengan tersenyum dia berkata, “Cinta itu laksana air pancuran yang digunakan roh pengantin sebagai siraman ke dalam roh orang-orang yg kuat,? membuat mereka bangkit dalam doa di antara bintang-bintang di malam hari dan senandung pujian? di depan matahari di siang hari.’

Setelah itu seorang lelaki menghampiri. Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut, dia berkata, “Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. la bermula dari hujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda.’

Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia berkata, ‘Cinta adalah pengetahuan syurgawi yang menyalakan mata kita. Ia menunjukkan segala sesuatu kepada kita seperti para dewa melihatnya.’

Seorang bermata buta menghampiri, sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah dan dia kemudian berkata sambil menangis, ‘Cinta adalah kabus tebal yang menyelubungi gambaran sesuatu darinya atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang bergema di lembah-lembah.’

Seorang pemuda, dengan membawa sebuah gitar menghampiri dan menyanyi, ‘Cinta adalah cahaya ghaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah perarakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang diangkat dari kesedaran dan kesedaran.’

Seorang lelaki dengan badan bongkok dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain menghampiri. Dengan suara bergetar, dia berkata, “Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam, kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian.?

Seorang anak kecil berumur lima tahun menghampiri dan sambil tertawa dia berkata, “Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta.”

Waktu terus berjalan. Manusia terus-menerus melewati rumah ibadat. Masing-masing mempunyai pandangannya tersendiri tentang cinta. Semua menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya.

:+: Khalil Gibran :+:

CINTA (II)

Mereka berkata tentang serigala dan tikus
Minum di sungai yang sama
Di mana singa melepas dahaga

Mereka berkata tentang helang dan? hering
Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama
Dan berdamai - di antara satu sama lain,
Dalam kehadiran bangkai - bangkai mati itu

Oh Cinta, yang tangan lembutnya
mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga
akan maruah dan kebanggaan,
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini
Biarkan rasa lapar menggigitku,
Biarkan rasa haus membakarku,
Biarkan aku mati dan binasa,
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi,
Dan mangkuk yang tidak kau berkati

(Dari ‘The Forerunner))

:+: Kahlil Gibran :+:

CINTA (I)

Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.

Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang? ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:

Pabila? cinta menggamitmu, ikutlah ia
Walaupun jalan-jalannya sukar dan curam
Pabila ia mengepakkan sayapnya,
Engkau serahkanlah dirimu kepadanya
Walaupun pedang yang tersisip pada sayapnya akan melukakan kamu.

Pabila ia berkata-kata
Engkau percayalah kepadanya
walaupun suaranya akan menghancurkan mimpimu
seperti angin utara yang memusnahkan taman-taman
kerana sekalipun cinta memahkotakan kamu
Ia juga akan mengorbankan kamu
walaupun ia menyuburkan dahan-dahanmu
ia juga mematahkan ranting-rantingmu
walaupun ia memanjat dahanmu yang tinggi
dan mengusap ranting-rantingmu yang gementar
dalam remang cahaya matahari
ia juga turun ke akar-akarmu
dan menggoncangkannya dari perut bumi

Seperti seberkas jagung
ia akan mengumpulmu untuk dirinya
membantingkanmu sehingga engkau bogel
mengayakkanmu sehingga terpisah kamu dari kulitmu
mengisarkanmu sehingga engkau menjadi putih bersih
mengulimu agar kamu mudah dibentuk
dan selepas itu membakarmu di atas bara api
agar kamu menjadi sebuku roti yang diberkati
untuk hidangan kenduri Tuhanmu yang suci

Semua ini akan cinta lakukan kepadamu
supaya engkau memahami rahsia hatinya
dan dengan itu menjadi wangi-wangian kehidupan
tetapi seandainya di dalam ketakutanmu
engkau hanya mencari kedamaian dan nikmat cinta
maka lebih baiklah engkau membalut dirimu
yang bogel itu
dan beredarlah dari laman cinta yang penuh gelora
ke dunia gersang yang tidak bermusim
di sana engkau akan ketawa
tetapi bukan tawamu
dan engkau akan menangis
tetapi bukan dengan air matamu

Cinta tidak memberikan apa-apa melainkan dirinya
dan tidak mengambil apa-apa melainkan daripada dirinya
cinta tidak mengawal sesiapa
dan cinta tidak boleh dikawal sesiapa
kerana cinta lengkap dengan sendirinya

Dan pabila engkau bercinta
engkau tidak seharusnya berkata
“kejadian adalah hatiku,” sebaliknya berkatalah:
“aku adalah kejadian”

Dan janganlah engkau berfikir
engkau boleh menentukan arus cinta
kerana seandainya cinta memberkatimu
ia akan menentukan arah perjalananmu

Cinta tiada nafsu melainkan dirinya
tetapi seandainya kamu bercinta
dan ada nafsu pada cintamu itu
maka biarlah yang berikut ini menjadi nafsumu;
menjadi air batu yang cair
membentuk anak-anak sungai
yang menyanyikan melodi cinta
pada malam yang gelap gelita
untuk mengenal betapa pedihnya kemesraan
untuk merasa luka kerana engkau kini mengenali cinta
dan rela serta gembira
melihat darah dari lukanya
untuk bangun pada waktu fajar dengan hati yang lega
dan bersyukur untuk satu hari lagi yang terisi cinta
untuk beristirehat ketika matahari remang
untuk mengingati kemanisan cinta yang tidak terperi
untuk kembali ke rumahmu ketika air mati
dengan rasa kesyukuran di dalam hati
dan dalam tidurmu berdoalah untuk kekasihmu
yang bersemadi di dalam hatimu
dengan lagu kesyukuran pada bibirmu

(Dari ‘Sang Nabi’)

:+: Khalil Gibran :+:

rantaikata : http://www.puisi.org/tags/antologi/khalil-gibran

Blog Entrypuisi dua makhluk aneh di ym. xixixixixixixi...!Mar 12, '08 10:44 AM
for everyone
kang_antobaex: lelah menampar angin

schatziepunk art87: pucat menahan amarah
schatziepunk art87: penuh peluh menahan kentut...

kang_antobaex: memborbardir dengan kata-kata

schatziepunk art87: melukai dengan belati
schatziepunk art87: tapi lebih menyayat bila mulut manusia terbuka

kang_antobaex: mendefence diri dengan dalih

schatziepunk art87: men-hack suasana dengan katakata

kang_antobaex: bertarung dengan jiwa lepas

schatziepunk art87: menerjang badai
schatziepunk art87: terbang bebas ke angkasa
schatziepunk art87: mengucap salam pada kematian

kang_antobaex: lepas baju berenang dalam awan

schatziepunk art87: aku tumbuh seperti cahaya liar

kang_antobaex: berpendar semesta menolak

schatziepunk art87: melewati hidup yang hanya bergelut kesendirian
keindahan ini hanya berupa hampa saat diri terlalu dini lalu ku beranjak dewasa

kang_antobaex: jangan lawan yang tak terhitung

schatziepunk art87: kasih sayang yang menyempurnakan semua rasa semu

kang_antobaex: http://akucintasekolah.com/diskusi/detail.asp?cat=1&id=9913&jns=blog

schatziepunk art87: mendeskripsikan angin dengan katakata atau belati berkarat

kang_antobaex: kenali sebelum lawanmu menusuk

schatziepunk art87: menusuk sebelum kenali lawanmu
schatziepunk art87: menjungkirkan fakta dan rasa

kang_antobaex: aku bukan pengecut, tak mungkin aku menikungmu

schatziepunk art87: menunggu imaji yang tak kunjung tiba
tibatiba hati ini membeku
katakata masih banyak yang tersingkir

kang_antobaex: raup semua yang berserakan
kang_antobaex: rakit kembali mimpi dan angan

schatziepunk art87: mengucap doa dalam keresahan

kang_antobaex: untuk apa berdoa kalo tak bertindak

schatziepunk art87: banyak kata yang belum terungkapkan...

kang_antobaex: bukankah tangan untuk digerakkan

schatziepunk art87: perlu katakata perulangan saja biar bebas lepas semuanya

kang_antobaex: sedang hati untuk merenung

schatziepunk art87: kata tak sanggup terucap

kang_antobaex: dan akalmu untuk berhitung

schatziepunk art87: mengapa ada perselisihan dan berujung kebencian yang dalam

kang_antobaex: nikmat dunia yang telah kau telan

schatziepunk art87: mari kita langkahkan kaki menuju perbaikan...

kang_antobaex: coba kumpulkan jarimu

schatziepunk art87: jangan sampai jiwa keropos termakan kedengkian...

kang_antobaex: hitung berapa kali kamu bersyukur..?

schatziepunk art87: -masih banyak tugas

schatziepunk art87: berlindung pada malam

kang_antobaex: catat disini, berapa dosa dikakimu

schatziepunk art87: seberapa pula itu bintang di langit
schatziepunk art87: dan pasir di pantai
schatziepunk art87: bertumpuktumpuk
schatziepunk art87: hingga daundaun kering jatuh
schatziepunk art87: berserakan sama halnya hati dan jiwa ini
schatziepunk art87: menyeret dalam lingkaran setan
schatziepunk art87: tanpa sadar
schatziepunk art87:
schatziepunk art87: ini bukan permainan sekedar

.....bla bla bla....

*kang antho vs art87 is me*

Blog Entryadzab atau cobaan...[?!]Feb 22, '08 10:36 AM
for everyone
Bencana.. apakah itu..
Bencana.. siapakah itu..
Bencana.. dimanakah itu..
Bencana.. kapankah itu..

siapa yang menggambarkan Bencana ? yang mengundang Bencana ?

Kenapa si kecil tertimpa Bencana ?

Bencana.. andai kau dengar suaraku..

datanglah ke KOTA.. kau lebih pantas disana.

biarkan si kecil hidup damai di pegunungan.

hampirilah si besar yang mendongak angkuh di kota.

gedung itu lebih pantas untukmu daripada gunung ini.

andai kau dengar jeritan mereka..

(indonesia,220208)

:::> karya temen [krissna]. disuruh posting di blog saya. ya udah akhir na saya posting di mp saya saja dah ni karya na...!
semoga dia senang...! semoga tidak jadi gilaaaaa...!! kekekekekeke...!



Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help